Purna Widya SMP Pius Cilacap Hadirkan Nuansa Pecinan, Rayakan Kelulusan dengan Semangat Kebhinekaan

BERITA KITA 18 Jun 2026 22:59 3 min read 96 views By Tim RTI

Share berita ini

Purna Widya SMP Pius Cilacap Hadirkan Nuansa Pecinan, Rayakan Kelulusan dengan Semangat Kebhinekaan
Deretan lampion merah yang bergelantungan, dekorasi khas Pecinan, hingga penampilan barongsai menghadirkan warna tersendiri dalam perayaan kelulusan 61 siswa kelas IX yang telah menyelesaikan pendidikan mereka.

Suasana meriah sekaligus haru mewarnai pelaksanaan Purna Widya Pratama Angkatan 072 SMP Pius Cilacap yang digelar pada Jumat, 5 Juni 2026. Sebanyak 61 siswa kelas IX resmi dilepas setelah menyelesaikan pendidikan dan dinyatakan lulus Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ).

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pelepasan kali ini menghadirkan nuansa budaya Tionghoa yang kental. Lampion-lampion merah menghiasi halaman sekolah, sementara dekorasi bergaya Pecinan mempercantik panggung utama tempat berlangsungnya prosesi purna widya.

Para siswa pun tampil mengenakan busana bernuansa Tionghoa yang menambah semarak acara. Berbagai pertunjukan seni, mulai dari atraksi barongsai hingga tarian tradisional Tiongkok, berhasil menghibur para tamu undangan yang terdiri atas orang tua, guru, dan keluarga siswa.

Kepala SMP Pius Cilacap, Sr. Maria Sinclair PBHK, mengatakan bahwa tema budaya Tionghoa dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya yang hidup di Indonesia, termasuk di Kabupaten Cilacap.

"Kami ingin anak-anak memahami bahwa Indonesia kaya akan budaya. Melalui tema ini, mereka belajar menghargai perbedaan sekaligus mengenal warisan budaya yang tumbuh di sekitar mereka," ujar Sr. Maria saat ditemui seusai acara.

Menurutnya, purna widya bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan momentum untuk mengingat kembali nilai-nilai kehidupan yang telah ditanamkan selama tiga tahun menempuh pendidikan di SMP Pius.

"Kejujuran, tanggung jawab, dan semangat belajar harus tetap menjadi bekal utama mereka. Nilai-nilai itu jauh lebih penting daripada sekadar angka di rapor," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, sekolah juga memberikan penghargaan kepada para siswa berprestasi. Penghargaan diberikan kepada peraih nilai tertinggi pada masing-masing mata pelajaran serta sepuluh siswa dengan capaian akademik terbaik berdasarkan hasil ASAJ.

Salah seorang lulusan mengaku terkesan dengan konsep pelepasan tahun ini.

"Rasanya berbeda dan sangat berkesan. Kami tidak hanya merayakan kelulusan, tetapi juga belajar tentang budaya lain. Saya akan selalu mengingat momen ini bersama teman-teman," tuturnya.

Puncak haru terjadi ketika seluruh siswa diminta menghampiri orang tua masing-masing. Dalam suasana yang hening, para siswa memeluk dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada ayah dan ibu yang selama ini mendampingi perjalanan pendidikan mereka.

Banyak orang tua tampak menitikkan air mata. Beberapa siswa bahkan tidak mampu menyembunyikan rasa harunya ketika memeluk orang tua mereka di tengah acara.

Salah seorang wali murid mengaku terharu menyaksikan prosesi tersebut.

"Sebagai orang tua, kami bangga melihat anak-anak berhasil menyelesaikan pendidikan di SMP. Momen pelukan tadi sangat menyentuh dan membuat kami sadar betapa cepat waktu berlalu," ungkapnya.

Purna Widya Pratama Angkatan 072 SMP Pius Cilacap akhirnya ditutup dengan penuh sukacita. Di balik kemeriahan lampion, tarian, dan atraksi budaya, acara tersebut meninggalkan pesan mendalam tentang pentingnya menghargai keberagaman, menjunjung nilai-nilai kehidupan, dan menghormati orang tua sebagai fondasi menuju masa depan.

Tim RTI*

Rumah Talenta Indonesia